Posted by: Ummu Nabiilah | April 3, 2018

Khitan Baby U

Alhamdulillaah baby U sudah khitan sejak hari ke-8 setelah lahir. Rencana awal sih umur sebulan baru mau di khitan tapi qoddarulloh baby U kena fimosis (cari sendiri di gugel ya) jadi baiknya sesegera mungkin untuk di khitan. iseng nanya ke dokter anak untuk biaya di RS dan jawabannya bikin saya melongoo. Biasanya yang melakukan tindakan adalah dokter bedah dan untuk bayi biasanya rawat inap sehari dengan biaya skitar 8juta. Karena itulah akhirnya saya mencoba cari info lain dokter yang biasa khitan bayi bisa dipanggil ke rumah. Alhamdulillaah dapat, suami memilih metode khitan smart klamp yang katanya tanpa jahitan. . .

Alhamdulillaah baby U nggak rewel ketika di khitan tapi setelah bius nya habis yaa rewel hehe.. alhamdulillaah cuma semalem aja rewelnya besoknya udah enggak. perawatan khitan dengan metode ini cukup mudah hanya mengeringkan tabung dan menetesi baby oil ketika baby selesai b.a.k dan habis mandi. .

waktu pelepasan tabung klamp H+3 bisa dilakukan sendiri atau bantuan dokter. Dokter memberikan video tutorial cara melepaskan tabung klamp sendiri. secara teori memang mudah tapi tak disangka dalam pelaksanaanya terjadi kendala.. harusnya kulit mati yang berwarna hitam tidak melekat di tabungnya. alhasil khawatirlah saya.. suami sudah harus kembali bekerja dan dokternya pun sedang pelatihan di luar kota. akhirnya mencoba cari dokter lain untuk datang ke rumah, alhamdulillaah ada yang mau dan janji datang malamnya. qoddarulloh saat di tunggu, dokternya mengabarkan tidak dapat ke rumah malam itu karena ada pasien gawat darurat(dokternya lagi tugas di RS). akhirnya minta solusi untuk sementara waktu sebelum dokternya datang besok paginya. dokter menyarankan untuk sering menetesi dengan baby oil

alhamdulillaah dini hari tabung pun lepas beserta kulit mati hitamnya… plooongg rasanyaa…

sekian cerita pengalaman saya tentang khitan baby U.. semoga bermanfaat yaaa…

Advertisements
Posted by: Ummu Nabiilah | January 2, 2018

Cerita dibalik rumah impian

Suatu ketika suami menyampaikan keinginannya untuk memiliki sebuah rumah impian kepada saya dan membuat saya wow banget! yang artinya kita kudu nabung alias hemat. hahaha… (hemat lhoo yaa bukan pelit ;p) sebagai istri tentu kita harus mendukung niat baik suami dong yaa.. (karena buat kita juga sih ini) disini saya bener-bener diuji untuk sebaik mungkin menggunakan uang belanja SEPERLUNYA dan PRIORITAS. Fiuhh… bismillaah demi rumah impian nih!

Sejak saat itulah kami (saya khususnya) mulai belajar memanage keuangan dan mencari berbagai informasi tentang rumah baru dan tanah dijual yang sesuai dengan budget yang kami miliki qoddarullaah belum ada yang cocok hingga akhirnya kami putuskan untuk mengontrak rumah saja.

Saat mengontrak rumah, kami tetap ikhtiar mencari rumah ataupun tanah dijual hingga 1 tahun berjalan akhirnya kami menemukan daerah yang cocok hanya saja harganya yang nggak cocok hehe…

suatu ketika melihat info di internet ada tanah dijual dengan harga miring di daerah yang kami inginkan dan kami janjian dengan si pemilik tanah ketemu di lokasi. Saat tiba dilokasi ternyata si pemilik tanah berhalangan datang akhirnya saya dan suami coba menerka-nerka tanah mana yang dijual hingga ada satu tanah yang tampak seperti siap bangun. Saya bilang ke suami, kalo tanah siap bangun itu yang dimaksud langsung deal nih. Eh tapi dipikir lagi gak mungkin juga tanah siap bangun gitu harganya murah bener.

Dua pekan berlalu, akhirnya ketemu dengan si pemilik tanah ternyata lokasinya jauh dari yang kami bayangkan dan setelah itu tak sengaja suami bertemu dengan satpam di sana menawarkan tanah dijual dan menunjukkan lokasinya. Suami terkejut saat ditunjukkan lokasi tanahnya karena tanah tersebut yang pernah kami bicarakan sebelumnya (mungkin ini yang dinamakan jodoh hehe)

Pak Satpam langsung mengajak suami bertemu dengan si pemilik tanah tersebut yang kebetulan rumahnya tak jauh dari sana.

Keesokan harinya suami dan saya diminta untuk ke rumah pemilik tanah untuk negosiasi tanah tersebut.

~ Sebelum proses negosiasi saya dan suami berbincang dulu kemudian minta pendapat dan izin serta doa ortu semoga diberikan jalan yang terbaik. Saya dan suami berkomitmen saat proses negosiasi apapun hasilnya nggak boleh kecewa ~

Saat proses negosiasi, kami mengatakan padanya uang kami hanya sekian jika lebih dari itu kami tidak ada (asli ini nekat banget kuras habis tabungan dan pasrah karena kalo jodoh gak kemana yee kan?!) dan alhamdulillaah deal.

Setelah urusan pertanahan selesai, kami kembali menabung untuk membangun rumah.

Alhamdulillaah… ketika tabungan terkuras habis, Allaah berikan rezeki dari arah yang tak di sangka-sangka. Bi idznillaah.. dalam jangka waktu tidak lebih dari setahun rumah kami bisa berdiri meskipun hanya bagian utama saja yang mampu kami bangun. Kami selalu berusaha untuk mensyukuri dan menikmati setiap prosesnya, sangat terharu atas apa yang telah Allaah berikan. Maa syaa Allaah…

Sooo… Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allaah.. yakin dan percayalah padaNya… ikhtiar, berdoa dan tawakkal… Bersabarlah…

Semoga Allaah memudahkan segala urusan kita.. mengistiqomahkan kita dalam ketaatan dan menjauhkan kita dari segala fitnah dunia termasuk riba… aamiin…

naudzubillaahi min dzalik.

PS : Kalo ada yang bilang “Gak akan bisa punya rumah tanpa RIBA” , Heyyy!!! kita punya Allaah yang maha KAYA. YAKIN dan PERCAYA lah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allaah. Kita BISA TANPA RIBA!! – bi idznillaah –

Tips : Menabung dengan emas batangan.

Posted by: Ummu Nabiilah | January 1, 2018

Rumah Impian

Alhamdulillaahiladzi bi ni’matihi tatimush-shoolihat… bersyukur atas segala kenikmatan yang telah Allaah berikan, salah satunya adalah sebuah rumah impian yang (mudah-mudahan) menjadi rumah yang penuh keberkahan di dalamnya. Aamiin..

Memiliki rumah tanpa hutang riba saat ini terkesan mustahil terwujud dan betapa banyak orang yang meyakini bahwa hanya dengan riba lah semua itu bisa segera terwujud. 

Padahal.. 

Bukankah Allaah yang menjamin rezeki kita dan Allaah itu bersama prasangka hambaNya? 

Alangkah baiknya jika kita yakin dan percaya bahwa Allaah yang mengatur rezeki kita sedangkan tugas kita adalah berusaha dan berdoa serta tawakkal. 

Membangun rumah saat ini memang bukanlah perkara yang mudah. Butuh perjuangan untuk bisa mewujudkannya -bi idznillaah- 

Hal yang paling utama yaitu sekuat tenaga untuk menjauhi riba dan tidak bermudah-mudahan dalam berhutang meskipun hutang itu diperbolehkan. In syaa Allaah ketika kita berusaha untuk taat akan syari’at-Nya, Allaah akan mudahkan urusan kita -bi idznillaah-

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 5

Hal yang penting dipelajari di usia 3-4 tahun

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini anak mengetahui perilaku yang berlawanan seperti pemahaman perilaku baik-buruk, benar-salah, sopan-tidak sopan meskipun belum dapat konsisten melakukan kebaikan. Anak mengetahui arti kasih dan sayang kepada ciptaan Tuhan. Anak dapat meniru kegiatan beribadah dengan lebih baik lagi.

-baca lebih lanjut->

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 4

Hal yang penting dipelajari di usia 2-3 tahun

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya.  Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.

-baca lebih lanjut->

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 3

Hal yang penting dipelajari di usia 1-2 tahun

*1. Pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya.  Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.

-baca lebih lanjut->

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 2

Hal yang penting di pelajari di di usia 6-12 bulan

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Materi:

Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:

– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah

– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah

– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

– Memperlihatkan suasana kegiatan

-baca lebih lanjut->

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

*Bagian 1*

Hal yang penting di pelajari di usia 0-6 Bulan

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Materi:

Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:

– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah

– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah

– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

-baca lebih lanjut->

Posted by: Ummu Nabiilah | April 14, 2017

​*7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia*

*7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia*

 

Setiap anak lahir dengan fitrah. Tak ada satu pun anak ketika lahir, berniat menghancurkan masa depannya.

Tak ada satu pun anak ketika lahir, berniat di kepalanya: Ah, jika besar nanti, aku akan menyusahkan hidup orangtua!

Tetapi, mengapa sebagian anak berperilaku buruk?

Apakah hal-hal ini terjadi pada anak Anda?

-baca lebih lanjut->

Posted by: Ummu Nabiilah | October 21, 2016

Trip to Karimun Jawa (16-20 oktober 2016)

Bismillah.

Setelah liburan saya dan suami ke belitung 2 tahun lalu. Pada tahun ini saya dan suami ingin mengajak anak kami Nabiilah (21 mo) untuk berpetualang bersama. Dengan berbagai pertimbangan  dan hasil googling akhirnya kami menjatuhkan pilihan untuk berlibur ke karimun jawa selama 3 hari 2 malam dengan transit di japara dan semarang karena jadwal pesawat dan kapal yang berbeda.

Dermaga Besar Karimun Jawa

-baca lebih lanjut->

Older Posts »

Categories