​Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini *bagian 5*

•April 14, 2017 • Leave a Comment

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 5

Hal yang penting dipelajari di usia 3-4

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini anak mengetahui perilaku yang berlawanan seperti pemahaman perilaku baik-buruk, benar-salah, sopan-tidak sopan meskipun belum dapat konsisten melakukan kebaikan. Anak mengetahui arti kasih dan sayang kepada ciptaan Tuhan. Anak dapat meniru kegiatan beribadah dengan lebih baik lagi.

Materi:

– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah

– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah

– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah

– Mengajarkan tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta) yaitu dengan sering menyebutkan asma Allah saat memperkenalkan ciptaan Allah

– Memperkenalkan berbagai kebaikan, perilaku baik dan kebiasaan baik secara langsung dalam kehidupan sehari-hari

– Memperkenalkan berbagai kebaikan, perilaku baik dan kebiasaan baik  melalui buku, permainan pura-pura atau cerita

– Memberikan pengertian tentang perilaku buruk, salah, atau tidak sopan saat mengalami peristiwa yang berkaitan dengan hal tersebut

– Memcontohkan doa-doa singkat, biasanya anak akan mengikuti akhiran kemudian semakin lama semakin hafal

– Memberikan keteladanan dalam bersikap

– Memperdengarkan surat pendek secara berulang

– Mengajak anak terlibat dalam kegiatan beribadah tanpa paksaan

– Mengajarkan sikap kasih sayang terhadap makhluk Allah (hewan, tumbuhan manusia)

– Memperkenalkan kisah nabi melalui buku cerita singkat atau menceritakan kembali dengan bahasa sederhana dengan bantuan ilustrasi buku

– Memperkenalkan kisah nabi melalui film kartun

– Memperkenalkan cuplikan kisah keteladanan dari sirah Rasulullah SAW dan sahabat melalui buku cerita singkat atau menceritakan kembali dengan bahasa sederhana dengan bantuan ilustrasi buku

*2. Melatih perkembangan sosial dan emosi*

Pada usia ini rasa empati yang mulai tumbuh memungkinkan mereka terlibat dalam permainan bersama secara terbatas. Pada usia ini anak mulai menunjukkan ekspresi menyesal ketika melakukan kesalahan. Anak dapat menyatakan perasaan secara verbal. Anak juga dapat bereaksi terhadap hal-hal yang tidak benar seperti menunjukkan perasaan marah saat diganggu.

Materi:

– Bermain permainan individu sederhana diantara teman lain 

– Melatih anak bersabar menunggu giliran. 

– Menumbuhkan sikap tolerasi anak dalam kegiatan berkelompok

– Menumbuhkan sikap menghargai orang lain dalam melakukan kegiatan berkelompok

– Membangun sikap kerjasama melalui kegiatan berkelompok 

– Melatih anak meminta ijin saat meminjam barang

– Mendorong anak agar bersedia meminjamkan mainan 

– Melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan besar seperti piknik

– Mengakui perasaannya saat ia dapat mengungkapkan perasaan secara verbal

*3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi* 

Pada usia ini anak sudah dapat berbicara kalimat pendek dan sederhana sehingga dapat menyatakan keinginan dengan kalimat sederhana. Anak mulai dapat mengerti aturan permainan. Anak dapat mengucapkan hampir semua suara dengan benar dan dapat dimengerti oleh orang diluar keluarga dekat. Anak memiliki imaginasi yang jelas dan dapat menghasilkan permainan fantasi yang kaya.

Materi:

– Mengajak anak menceritakan kembali atau mengingat cerita sederhana atau pengalaman

– Meningkatkan kemampuan bahasa melalui kegiatan membacakan cerita sederhana

– Meminta anak menceritakan isi buku dengan kata-kata sendiri 

– Melatih perkembangan bahasa dan pemecahan masalah dengan memberikan dua perintah yang diberikan bersamaan contoh: ambil mainan di atas meja lalu berikan kepada adik

– Meminta anak menceritakan imajinasi miliknya

– Melibatkan diri dalam fantasi yang diungkapkan anak kepada kita

*4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah*

Pada usia ini anak belum memiliki pemahaman menyeluruh terhadap konsekuensi sebuah peraturan sehingga masih butuh berbagai pembiasaan untuk mengikuti aturan.  Anak mulai dapat berpisah dari orang tua dengan mudah. Pada usia ini anak telah menguasai toilet training meski terkadang mengalami “kecelakaan” dan mengompol di tempat tidur.

Materi:

– Melatih anak untuk dapat memasang dan mencopot sepatu sendiri

– Melatih anak untuk dapat  mencopot kancing baju sendiri

– Memberikan berbagai permainan problem solving sederhana seperti puzzle

– Hanya memberi sedikit bantuan dalam urusan berpakaian

– Melibatkan anak dalam membersihkan badannya saat mandi

– Memberikan perintah sederhana dengan melibatkan anak memenuhi keperluannya sendiri

– Meminta anak membereskan kembali mainannya

– Meminta anak terlibat menjaga kebersihan lingkungan

*5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif*

Materi: 

– Mengajak anak menghitung 1 sampai 4 benda yang sama

– Meminta anak mengulang sedikitnya 3 benda terakhir yang berurutan disebutkan

– Mengajak anak menyebutkan bilangan angka 1-10 

– Memperkenalkan 8 warna dasar

– Meminta anak mengidentifikasi bentuk – lingkaran, kotak, segitiga, segiempat dan oval 

– Megenalkan konsep waktu kemarin dan besok

– Mengenalkan beberapa huruf alphabet

– Meminta anak menyebutkan bagian yang hilang dari suatu pola gambar2. Menyebutkan berbagai nama makanan dan rasanya (garam, gula atau cabai) 

– Meminta anak menyebutkan berbagai macam kegunaan dari benda 

– Meminta anak menyebutkan persamaan antara dua benda 

– Meminta anak menyebutkan perbedaan antara dua benda

– Memfasilitasi anak untuk bereksperimen dengan bahan yang disediakan

– Mendorong anak untuk mengerjakan tugas sampai selesai 

– Bertanya kepada anak tentang kemungkinan kejadian yang akan terjadi selanjutnya

– Meminta anak menempatkan benda dalam urutan ukuran (paling kecil-paling besar) 

– Mengenalkan konsep banyak dan sedikit

 – Meminta anak menyebutkan alasan mengapa ada sesuatu yang tidak masuk dalam kelompok tertentu

– Meminta anak menjelaskan model/karya yang dibuatnya 

– Meminta anak menyebutkan peran dan tugas dari berbagai pekerjaan 

– Mendorong anak untuk membuat gambar atau kontruksi dengan lebih rinci

– Melibatkan anak dalam aktivitas bersama teman dengan terencana (bermain berkelompok dengan memainkan peran tertentu seperti yang telah direncanakan)  

*6. Melatih motorik kasar*

Memberikan stimulasi sehingga anak dapat:
 – Naik turun tangga dengan kaki kiri dan kanan bergantian

– Mengendarai sepeda roda tiga

– Melompat satu kaki dengan teknik yang lebih sempurna

– Bermain lompat kaki

– Berlari sambil membawa sesuatu yang ringan (bola)

– Berjalan meniti di atas papan yang cukup lebar 

– Melompat turun dari ketinggian kurang lebih 20 cm  

– Meniru gerakan senam sederhana

– Berdiri dengan satu kaki 

– Menangkap bola dengan mengulurkan lengan dan melempar tanpa kehilangan keseimbangan

– Berjingkrak pada satu kaki

*7. Melatih motorik halus*

Memberikan stimulus pada anak agar dapat:

– Memotong menggunakan gunting mengikuti pola garis lurus

– Menuang air, pasir, atau biji-bijian ke dalam wadah

– Memasukkan benda kecil ke dalam botol seperti biji-bijian, manik-manik atau kerikil

– Meronce benda yang cukup besar

– Mengerjakan art and craft sederhana seperti menempel bahan dan membuat hiasan

*8. Melatih kontrol diri*

Pada usia ini anak masih perlu banyak latihan untuk bersikap lebih tepat karena masih sering menghadapi permasalahan dari satu sudut pandang. Anak juga dapat menunjukan pengidolaan terhadap kakak dan persaingan terhadap adik sehingga biasanya muncul masalah persaingan antar saudara dan perkelahian seperti disebabkan karena berebut mainan atau perhatian. Anak sangat mungkin berbohong karena fantasi mereka juga mudah ketakutan akan sesuatu karena fantasi yang dimunculkannya. Anak masih perlu pembiasaan mengikuti aturan. Anak masih perlu banyak latihan untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik. Anak dapat sangat tertarik dengan multimedia tetapi belum mampu mencerna aturan.

Materi:

– Terus istiqomah mengajarkan anak bersikap lebih bijak dan melatih mereka untuk melihat permasalahan dari sudut pandang lain yang lebih baik. Jangan  berputus asa saat anak-anak masih cenderung mengulangi kesahannya. Insya Allah dengan teladan yang baik, kasih sayang dan perhatian yang cukup serta nasihat yang disampaikan dengan cara yang baik dan disampaikan di waktu yang tepat, suatu saat akan membuahkan hasil

– Hargai imaginasi anak. Jika ternyata imaginasi anak mengandung kebohongan yang merugikan pihak lain, berikan ia pengertian untuk hanya bercerita yang sesuai dengan kejadian sesungguhnya agar orang lain tidak bingung dan tidak salah bertindak. Jangan panik saat anak berbohong apalagi langsung memarahi . Ajak anak diskusi di waktu yang tenang dan rileks dengan bertanya tentang kejadian yang sebenarnya, ajak ia memilah mana yang merupakan imajinasi dan mana yang kenyataan. Biasanya anak di usia ini tidak memiliki maksud untuk berbohong dengan tujuan merugikan orang lain. 

– Ingatkan anak tentang aturan dan tegakkan dengan konsisten, jangan bosan, jangan juga terlalu menyalahkan mereka saat mereka belum mandiri melaksanakan aturan atau masih harus terus sering diingatkan. Anak anak di usia ini masih terus berlatih untuk memahami, mengingat dan melaksanakan aturan. yang perlu dilakukan adalah mengingatkan dan memotivasi agar ia terus terlatih agar terbiasa melaksanakan aturan. Jangan berputus asa dan melabeli mereka dengan label negatif, karena berkomitmen terhadap aturan adalah sebuah proses. 

– Perbanyak motivasi dengan pemberian reward jika aturan dilaksanakan dibanding dengan pemberian hukuman jika aturan tidak dilaksanakan

– Akui perasaan takut mereka terlebih dahulu kemudian beri pengertian dari sudut pandang yang benar. Ajak anak untuk senantiasa meminta perlindungan kepada Allah. jangan menakuti anak, jangan terlalu mengiyakan perasaan takutnya tetapi jangan juga terlalu menyepelekan.

*9. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri*

Materi:

– Melatih anak agar dapat mebersihkan kotoran hidung dan lendir 

– Melatih anak menggosok gigi sendiri

– Memberi pemahaman arti warna lampu lalu lintas 

– Melatih anak mengelap tangan dan muka sendiri 

– Memberi pemahaman kepada anak untuk selalu berjalan di sebelah kiri jalan

– Memberi pemahaman kepada anak untuk tidak menyebrangi jalan sendirian

*10. Melatih kemampuan seni*

Pada usia ini kapasitas untuk mengamati detail menguat sehingga anak memiliki kemampuan untuk membuat karya seni yang lebih detail dari usia sebelumnya

Materi:

– Mendorong anak untuk mencontoh beragam bentuk yang tergambar: lingkaran, kotak, segitiga, segiempat dan oval 

– Membuat karya seni lukis dengan menggunakan beragam media.

– Membuat karya sederhana dengan play dough

– Mengajak anak mengamati dan membedakan benda di sekitarnya

– Mengajarkan kebaikan dan kebiasaan baik melalui lagu

– Menggerakkan tubuh sesuai irama 

– Bertepuk tangan dengan pola yang berirama 

– Membuat art and craft sederhana seperti menempel bahan dan membuat hiasan

– Menirukan huruf alfabet dengan jari di atas pasir
Bagian 6 In Shaa Allah besok ya…

Silahkan  jika ada yg ingin disharingkan…
Mohon KOREKSI jika ada yg keliru ya ayah bunda

Note : Referensi/Sumber Kurikulum di bag 6
*Change Maker Family*

*Sahabat Orangtua Mencari Ilmu*

Advertisements

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini *bagian 4*

•April 14, 2017 • Leave a Comment

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 4

Hal yang penting dipelajari di usia 2-3

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya.  Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya. 

materi:

– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah

– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah

– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah

– Mulai mengajarkan tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta) yaitu dengan sering menyebutkan asma Allah saat memperkenalkan ciptaan Allah

– Mempraktekan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.

– Mencontohkan potongan kata dari doa-doa singkat, biasanya anak akan mengikuti akhiran kemudian semakin lama semakin hafal

– Memberikan keteladanan dalam bersikap

– Memperdengarkan surat pendek secara berulang

– Membangun sikap bersedia berbagi, menunggu giliran, menolong orang lain dan bekerja sama

– Mempraktekan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam

*2. Melatih perkembangan sosial dan emosi*

Materi:

– Melatih anak untuk menghargai hak orang lain seperti mengantri dan bergiliran

– Melatih anak untuk dapat berbagi, bekerja sama dan menolong orang lain

– Melatih anak untuk bermain secara kooperatif dalam kelompok

– Melatih kepedulian dalam berinteraksi dengan orang lain seperti bersalaman, menjawab salam atau pertanyaan

– Melatih anak untuk mengikuti aturan dalam permainan

– Melatih anak untuk dapat mengungkapkan perasaannya

*3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi*

Pada usia ini  anak dapat bercakap-cakap dengan cukup baik untuk dimengerti orang tua, anak memiliki sebutan untuk hampir semua benda sehari-hari, dapat menggunakan dua kata atau lebih ketika berbicara, anak apat berpartisipasi dalam permainan sederhana, anak mulai senang mendengarkan cerita bergambar, serta mulai mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kalimat tanya.

Materi:

– Melatih anak agar menggunakan kalimat sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)

– Memperkaya perbendaharaan kalimat anak melaui percakapan, permainan dan buku

– Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga

– Melatih anak menyebutkan nama lengkapnya

– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kalimat sederhana

– Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura dengan peran yang lebih bervariasi

– Melibatkan anak dalam permainan dengan memberi instruksi sederhana

– Membangun interaksi yang mengandung canda tawa

– memperagakan suara dan tingkah laku

– Memberikan berbagai perintah sederhana

– Mengembangkan kalimat saat menjawab pertanyaan sederhana mereka

– Mendorong anak untuk membagikan pengalamannya pada orang lain

*4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah*

Pada usia ini  anak akan meniru cara pemecahan orang dewasa atau teman

Materi:

– Mencoba memakai dan mencopot baju sendiri

– Toilet training (anak apat mengungkapkan ketika ingin buang air kecil atau besar)

– Melibatkan anak dalam membereskan mainan

– Mendorong anak untuk terlibat menjaga kebersihan (misal membuang sampah, mengelap yang tumpah)

*5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif*

Pada usia ini anak sudah mulai berkonsentrasi melakukan sesuatu tanpa banyak dibantu orang tua, anak mulai memberikan nama atas karya yang dibuatnya, anak mengetahui berbagai cara pengggunaan benda karena meniru perilaku orang di sekitarnya, anak juga lebih dapat terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi seperti memasangkan atau mencocokan gambar, anak menunjukkan kesadaran atas perbedaan kepemilikan

Materi:

– Memperkaya perbendaharaan konsep kebalikan seperti panas/dingin, buka/tutup, atas/bawah

– Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum

– Memperkenalkan beragam warna 

– Melatih untuk memilah barang atau memasangkan

– Mengajarkan konsep meminta ijin

– merangkai puzzle sederhana 

– Meminta anak menyebutkan bagian-bagian tubuh yang umum

– Mengeksplorasi sebab akibat

– Meminta anak menyebutkan bagian-bagian gambar

– Mengenalkan bentuk

– Mengenalkan pola

– Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya dan menghitung  jumlah benda

– Mengenalkan konsep ukuran panjang/pendek, tinggi/pendek

– Mengenalkan jenis kelamin

– Mengenalkan umurnya

-Mengamati dan membedakan benda di sekitarnya

*6. Melatih koordinasi gerak tubuh*

Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Menumpuk benda lebih tinggi (6 benda atau lebih)

– Menuruni anak tangga satu demi satu dengan kaki yang sama secara perlahan

– menari mengikuti irama

– dapat melipat kertas bila dicontohkan terlebih dahulu 

*7. Melatih motorik kasar*

Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Berlari dengan baik

– Memanjat

– Membuka dan menutup pintu secara lebih hati-hati

– Melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah

– Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki 

– Melempar dan menagkap bola

– Mampu berdiri seimbang di atas satu kaki untuk beberapa detik

– Dapat menendang bola

– Berjalan sambil berjinjit

– Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan 

*8. Melatih motorik halus*

Materi:

– Memberikan alat tulis untuk membuat tulisan cakar ayam

– Meremas kertas atau kain dengan menggerakkan lima jari 

– Melipat kain/kertas meskipun belum rapi/lurus 

– Menggunting kertas tanpa pola dengan gunting khusus balita

 – Melatih Koordinasi jari tangan cukup untuk memegang benda pipih seperti sikat gigi, sendok 

*9. Melatih kontrol diri*

Pada usia ini anak mudah kecewa oleh perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari. Anak senang bereksplorasi namun cenderung impulsif. Mereka membutuhkan batasan yang jelas untuk menghindari cedera. Anak mulai menunjukan kesukaan tertentu terhadap orang atau benda sehingga sering muncul konflik seperti rebutan mainan dengan saudara. Anak juga mulai dapat memanipulasi sikap dan memunculkan perilaku negatif untuk mencari perhatian. 

Materi:

– Melatih anak untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik, jangan layani keinginannya sebelum ia menenangkan diri dan berlatih meminta dengan cara yang baik

– Memberi pengertian dengan komunikasi secara singkat, padat dan jelas jika keinginannya sedang tidak mungkin dipenuhi, lalu tawarkan solusi lain atau alihkan dengan aktifitas lain

– Sigap terhadap sikap-sikap nonverbal yang muncul karena keterbatasanya mengungkap keinginan secara verbal, lalu latih ia mengungkapkan keinginannya secara verbal

– Membantu anak mengenal perasaannya, lalu akui perasaannya saat ia sedih, kecewa atau marah, lalu latih ia untuk bersikap bijak dalam mengelola perasaannya

– Mengkondisikan lingkungan agar tidak terlalu banyak perubahan besar dengan membuat rutinitas yang teratur atau persiapkan dengan matang saat akan mengalami perubahan rutinitas

– Menangkap sebanyak-banyaknya perilaku baik dan menyenangkan lalu apresiasilah dengan ungkapan kasih sayang, agar kedepannya ia tumbuh menjadi anak yang lebih memilih mencari perhatian positif daripada negatif

– Memberi dan menyampaikan batasan dalam bereksplorasi atau mengalihkan anak pada kegiatan lain yang lebih wajar ketika belum dapat memahami batasan perilaku

*10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri*

Materi:

a. Menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman agar tidak terlalu banyak meralang anak bereksplorasi, seperti:

     – Sediakan pagar menuju tangga

     – Pasang pengganjal pintu anti terjepit

     – Pasang child lock dalam kulkas, laci dan lemari

     – Jauhkan barang berbahaya dari jangkauan

     – Pasang terminal listrik diluar jangkauan anak

     – Pasang pagar pengaman di luar atau sediakan pintu bertralis

     – Jauhkan dispenser air panas atau gunakan dispenser dengan child lock.

b. Melatih anak untuk dapat mencuci, membilas, dan mengelap ketika cuci tangan tanpa bantuan 

c. melatih anak agar dapat memberitahu orang dewasa bila sakit

d. Melatih anak membiasakan diri mencuci atau mengganti alat makan bila jatuh 

e. Memberikan pengertian secara singkat, padat dan jelas mengenai batasan perilaku demi kemanan diri kemudian segera mengalihkannya pada kegiatan lain yang lebih aman dan wajar

f. Melatih anak untuk rutin menggosok gigi

*11. Melatih kemampuan seni*

Materi:

– Memfasilitasi anak untuk membuat gambar lalu mengapresiasi hasilnya

– Mengajarkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui lagu dan memintanya bernyanyi bersama

– Melatih anak mengikuti gerakan tubuh sederhana

– melatih anak betepuk tangan  atau menghentakan kaki  mengikuti irama

– Bermain pura-pura dengan menirukan perilaku binatang

– Bermain pura-pura dengan menirukan aktivitas tertentu

– Mengapresiasi tumpukan balok yang disusun anak sebagai sebuah karya seni tertentu, lalu membahasnya untuk melatih perkembangan bahasa

– Membuat karya seni dengan finger paint

– Membuat karya sederhana dengan play dough
Bagian 5 In Shaa Allah besok ya…

Silahkan  jika ada yg ingin disharingkan…
Mohon KOREKSI jika ada yg keliru ya ayah bunda

Note : Referensi/Sumber Kurikulum di bag 6
*Change Maker Family*

*Sahabat Orangtua Mencari Ilmu*

​Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini *bagian 3*

•April 14, 2017 • Leave a Comment

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 3

Hal yang penting dipelajari di usia 1-2

*1. Pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya.  Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya. 

materi:

– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah

– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah

– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah

– Memperkenalkan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.

– Memperkenalkan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam

– Memberikan keteladanan dalam bersikap

– Memperdengarkan surat pendek dalam Al-Quran dan mendorong anak untuk menirukan akhiran ayat

*2.  Melatih perkembangan sosial-emosi*

Pada usia ini anak mulai menunjukkan kesukaan terhadap orang atau benda tertentu. Anak dapat menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap orang yang baru dikenal. Anak dapat menunjukkan reaksi marah apabila merasa terganggu. Anak dapat mengeskpresikan berbagai reaksi emosi (senang, marah, takut, kecewa). Anak dapat menunjukan reaksi menerima atau menolak. Anak senang memperhatikan atau mengamati aktivitas teman-temannya. Anak meniru perilaku orang dewasa yang pernah dilihatnya. Anak dapat bermain dengan temannya namun berinteraksi sangat sedikit. 

Materi: 

–  Melatih anak agar menunjuk atau menyebutkan kata sederhana untuk menyatakan keinginannya agar dapat meminimalisir tantrum. Luangkan waktu untuk mencari tahu makna isyarat keinginannya, bersabarlah sampai kita dapat memahaminya

– Memberikan “yes or no question” untuk membantu kita menemukan keinginannya

– Setelah kita memahami keinginannnya, bantu melabeli nama perbuatan atau benda yang ingin ia lakukan, agar perbendaharaan kata mereka semakin kaya

– Melatih anak untuk menunjukan reaksi menerima dan menolak dengan menggunakan kalimat dan cara yang baik

– Melatih anak untuk mengenal nama benda di sekitar mereka serta aktifitas yang rutin dilakukan agar anak terlatih untuk mengungkapkan keinginan secara verbal

*3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi*

Pada usia ini anak sangat  menikmati pengulangan cerita dan lagu, dapat mengenali detail dalam gambar, memahami instruksi sederhana, dapat mengucapkan kata-kata, menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata, dapat duduk dengan diam mendengar cerita sederhana, dapat memulai humor dan senang bila dapat membuat orang lain tertawa

Materi:

– Melatih anak agar menunjuk atau menyebutkan kata sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)

– Merangsang anak untuk dapat menyebutkan nama benda

– Memperkaya perbendaharaan kata anak

– Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga

– Meminta anak menyebutkan namanya

– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan jawaban ya atau tidak

– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kata sederhana

– Memberikan buku dengan berbagai gambar yang menarik untuk diamati dan dibahas bersama

– Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura

– Membangun interaksi yang mengandung canda tawa

*4. Melatih kemandirian dan pemecahan masalah*

Materi:

– Melatih anak agar dapat menggunakan gelas dan sendok biasa

– Melatih anak agar dapat makan dan minum sendiri

– Melatih anak untuk terlibat dalam membereskan mainan ( memasukan mainan ke dalam kotak)

*5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif*

Pada usia ini anak sangat  menikmati pengulangan cerita dan lagu, sehingga konsep sederhana bisa disampaikan melalui cerita dan lagu. 

Materi:

– Mengajarkan konsep seperti penuh, kosong, jatuh, ada, tidak ada, naik, turun

– Memperkenalkan alat tulis untuk membuat garis

– Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum

– Memperkenalkan warna dasar 

– Melatih untuk memilah barang berdasarkan warna dan bentuk

– Meminta mereka menyebut beberapa benda dan jenis makanan

– Merangsang mereka untuk mengenali wajah orang melalui gambar

– Mengajarkan konsep kepemilikan benda

– Memperkenalkan dan menyebutkan berbagai rasa makanan 

– Membendakan ukuran benda (besar-kecil)

– Menyusun balok sesuai urutan ukuran

– Memperkenalkan sebab akibat perilaku misal: jatuh, tumpah dll

– merangkai puzzle sederhana 

– Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya

– Mengenalkan bagian-bagian tubuh yang umum

*6. Melatih koordinasi gerak tubuh*

Memberikan stimulus pada anak agar dapat:

– Menumpuk 2 atau 3 benda

– Menaruh benda dalam wadah

– Mengguncangkan benda keluar dari wadahnya

– Melempar benda keluar dari wadahnya

– Mengeluarkan benda dari wadahnya

– Mengobrak-abrik laci, keranjang baju dan wadah lain karena ingin tahu

– Dapat duduk sendiri di kursi atau bangku ukuran anak-anak

*7. Melatih motorik kasar*

Materi:

Memberikan stimulasi agar balita kita dapat:

– Berdiri dan berjalan beberapa langkah tanpa bantuan

– Merangkak tempat yang lebih tinggi atau naik turun anak tangga

– Bangkit dari posisi duduk

– Naik-turun tangga menggunakan kaki yang sama dahulu

– Mengendarai mainan kendaraan sederhana

– Dapat menggelindingkan dan melempar bola tanpa kehilangan keseimbangan

– Dapat menendang bola kearah depan

– Berlari

– Berjalan mundur beberapa langkah

– Menarik dan mendorong benda yang ringan

– Berdiri dengan satu kaki selama satu atau dua detik

– Melompat di tempat yang sama

*8. Melatih motorik halus*

Materi:

Memberikan stimulasi agar balita kita dapat:

– Memegang benda dengan jari dan ibu jari

– Dapat mengambil benda-benda yang kecil

– Memegang gelas dengan kedua tangan

– Membuat coretan bebas

– Membuat garis

– Membalik halaman buku walau belum sempurna

– Menyobek kertas

*9. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri*

Materi:

– Melatih anak untuk terbiasa mencuci tangan, dan pada akhirnya dapat melakukan sendiri

– Melatih anak untuk selalu berada di samping orang dewasa dan memegang tangan mereka saat berada di tempat umum

– Mengingatkan mereka akan batasan perilaku demi keselamatan dan keamanan diri

– Melatih anak untuk dapat menunjukan dan mengungkapkan rasa sakit dengan lebih rinci

– Melatih anak untuk rutin menggosok gigi

*10. Mengembangkan kemampuan seni*

Pada usia ini anak-anak biasanya telah dapat mengenali berbagai bunyi dan nada, mengetahui suara binatang, memahami perbedaan suara orang, dapat menirukan bunyi; suara; atau irama yang teratur, dapat merespon suara atau nada dengan menggerakan tubuhnya, dapat menirukan bunyi atau nada

Materi:

– Mengenalkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui nada dan lagu

– Menggunakan irama untuk berolah raga

– Meminta anak menirukan bunyi hewan

– Menggambar dengan mencoret-coret

– Membuat karya sederhana dengan balok

– bertepuk tangan degan pola irama tertentu

– Memainkan alat yang mengeluarkan bunyi
Bagian 4 In Shaa Allah besok ya…

Silahkan  jika ada yg ingin disharingkan…
Mohon KOREKSI jika ada yg keliru ya ayah bunda

Note : Referensi/Sumber Kurikulum di bag 6
*Change Maker Family*

*Sahabat Orangtua Mencari Ilmu*

​Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini *bagian 2*

•April 14, 2017 • Leave a Comment

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 2

Hal yang penting di pelajari di di usia 6-12 bulan

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Materi:

Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:

– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah

– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah

– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

– Memperlihatkan suasana kegiatan beribadah 

*2. Melatih perkembangan sosial dan emosi*

Pada usia ini biasanya anak menempelkan kepala bila merasa nyaman dalam pelukan/gendongan atau meronta bila merasa tidak nyaman, dapat menyatakan keinginan dengan gerakan tubuh dan kata-kata sederhana serta meniru cara orang lain dalam menyatakan perasaan. Anak di usia ini sering mengalami perasaan tidak nyaman saat berpisah dengan pengasuh yang mereka kenal, biasanya ia akan menangis.

Materi:

– Memberikan perasaan aman dan nyaman melalui kasih sayang

– Membangun rasa percaya pada dunia melalui pemenuhan kebutuhan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

– Sering mengekspresikan ungkapan kasih sayang dalam bentuk pelukan, ciuman 

– Merespon perasaan mereka dengan penuh kesabaran dan kelembutan

– Membiasakan bayi untuk bertemu orang lain selain pengasuh yang ia kenal

*3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi*

Pada tahapan usia ini anak dapat merespons nada suara orang tua, mulai menyadari bahwa kata-kata memiliki makna; mengenali nama beberapa benda, menggunakan suara dan gerakan tubuh untuk memperoleh perhatian, memancing orang di sekitarnya untuk mengekspresikan kasih sayang mereka, merespon ekspresi kasih sayang, mengoceh dengan cara seperti berbicara, membuat suara yang dapat dimengerti sebagai kata-kata, merespon perintah sederhana, menumbuhkan rasa keterikatan pada saudara, merespon bila namanya dipanggil dan mengenal beberapa kata, meniru bunyi yang didengarnya dan menciptakan satu bunyi baru, mengucapkan kata sederhana, misalnya: mama, papa, dan sebagainya, meniru mimik muka, Merespon lagu dan irama,  mulai menirukan kata yang terdiri dari dua suku kata, ia juga dapat menyatakan penolakan dengan menggeleng atau menangis, anak dapat menunjuk benda yang diinginkan

contoh latihan:

– Banyak diajak berbicara terutama mengulang kata benda dan aktifitas yang sering dilakukan

– Banyak berinteraksi dengan saudara

– Banyak memberikan ekspresi kasih sayang

– Sering menyapa dengan namanya

– Melatihnya berbicara kata-kata sederhana

– Bermain cilukba dan mimik muka

– membangun komunikasi melalui buku (bergambar besar, Berkalimat sederhana)

– Memberikan perintah sederhana

– Merespon kata-kata sederhananya dengan kalimat yang lebih utuh

– Melatihnya menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginan

– Melatihnya mengungkapkan penolakan dan persetujuan dengan kata sederhana

– Mengulang-ulang kata dan mengajak anak untuk menirukannya

*4. Melatih kemandirian dan kemampuan memecahkan masalah*

Pada usia ini anak sering mengambil resiko untuk memenuhi rasa ingin tahu,  merasa terpesona pada benda dan sangat ingin tahu akibat dari perbuatan mereka terhadap benda tersebut, gelisah bila terpisah dari orang tua dan khawatir bila bertemu orang asing, dapat  menenangkan dirinya sendiri dengan bantuan benda seperti empeng atau selimut, dapat minum dari gelas dan makan sendiri menggunakan peralatan makan bayi.

Materi:

– Merangsang anak untuk memecahkan masalah seperti menyingkirkan penghalang untuk mencari benda kesuakaan mereka,  mengambil dan menjatuhkan benda, menumpahkan cairan

– Mengenalkan mereka pada makanan padat sebagai tambahan ASI/susu formula

– Melatih kemandirian dalam hal makan dan minum (sediakan fasilitas kemandirian makan dan minum)

– Melatih kemandirian dalam hal bermain dan menyibukan diri sendiri tanpa dampingan

*5. Mengenalkan lingkungan sekitar*

Materi:

– Mangajak bayi mengamati berbagai benda yang bergerak

– Mengajak bayi mengamati kegunaan benda

– Memberikan perintah sederhana terkait lingkungan sekitar 

*6. Melatih koordinasi antara penglihatan dan gerak tubuh*

Pada usia ini anak suka memperhatikan suatu benda untuk beberapa saat, sudah mulai memiliki kemampuan mengenali ruang dan jarak yang lebih tajam, senang mencari benda-benda tersembunyi; menyadari keberadaan benda walaupun tidak terlihat, dapat memegang benda di kedua tangan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain

Materi:

– Merangsang anak untuk mengambil benda pada jarak tertentu

– Merangsang anak untuk mecari benda

– Memberikan benda pada kedua tangannya

– Merangsang anak untuk memindah-mindahkan benda diantara kedua tangan

*7. Melatih motorik kasar*

Materi:  

Berikan stimulasi agar bayi kita dapat:

– Dapat berpindah ke posisi duduk dan kembali tanpa bantuan

– Berguling-guling 

– Mencoba maju dengan cara menyorongkan tubuhnya   

– Merangkak atau merayap

– Mampu berdiri sendiri tanpa bantuan

– Berjalan sambil berpegangan pada furniture

– Mampu berjalan sendiri

– Memukul-mukulkan, melempar, atau menjatuhkan benda yang dipegang

– bertepuk tangan

*8 Melatih motorik halus*

Materi:

Berikan stimulus agar bayi kita dapat:

– Meraih dan mencoba menggenggam benda yang besar

– Mengenggam benda kecil dengan telapak tangan

– Menggenggam benda kecil dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput)

– Meremas

– Memegang benda tipis seperti biskuit

*9. Melatih respon terhadap rangsangan*

Materi:

– Bermain sebab akibat seperti mengambil dan menjatuhkan benda, memindahkan cairan

– Merangsang anak untuk berpaling ke sumber suara

–  Merangsang anak untuk mengambil benda

– Memanggil namanya

– Memberikan benda yang dapat dibuka dan di tutup

*10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri*

Indikator anak sehat di usia ini dapat dilihat dari besar ukuran berat dan tinggi badan serta ukuran lingkar kepala yang sesuai dengan tingkat usia dan standar yang berlaku. 

Materi: 

– Memenuhi kebutuhan asupan gizi melalui pemenuhan asi dan makanan pendamping asi

– Melatih ia untuk menunjuk makanan yang diinginkan

– Melakukan pengamatan apakah ia menangis atau berteriak saat ia merasa tidak aman

– Membantu membersihkan gigi dengan penuh kelembutan
Bagian 3 In Shaa Allah besok ya…

Silahkan  jika ada yg ingin disharingkan…
Mohon KOREKSI jika ada yg keliru ya ayah bunda

Note : Referensi/Sumber Kurikulum di bag 6
*Change Maker Family*

*Sahabat Orangtua Mencari Ilmu*

​Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini *bagian 1*

•April 14, 2017 • Leave a Comment

*Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini*

Disusun oleh Kiki Barkiah

*Bagian 1*

Hal yang penting di pelajari di usia 0-6 Bulan

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Materi:

Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:

– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah

– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah

– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

*2. Melatih perkembangan sosial dan emosi*

Pada usia ini anak menunjukan interaksi sosial dengan memberikan tatapan dan senyuman. Ia akan menangis untuk mengekspresikan ketidaknyamanan. Ia juga menangis bila tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau ketika berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Cara bayi merespon adalah dengan memberikan gerakan tangan dan kaki.

Materi:

– Membangun interaksi secara fokus dengan penuh kelembutan 

– Memberikan perasaan aman dan nyaman melalui kasih sayang

– Membangun rasa percaya pada dunia melalui pemenuhan kebutuhan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

*3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi*

Pada usia ini anak berkomunikasi dengan menangis, berteriak, bergumam, dan ia akan berhenti menangis setelah keinginannya terpenuhi.

Materi:

– Menghibur sehingga tersenyum dan tertawa

– Mengajak berbicara agar berceloteh

*4. Memperkenalkan dengan lingkungan sekitar*

Materi:

– Pengenalan wajah orang terdekat

– Pengenalan suara orang terdekat : Diajak berkomunikasi terutama saat menyusui

– Memperlihatkan benda-benda dihadapannya

– Memperdengarkan suara-suara disekitarnya

– Memperkenalkan dirinya, mengulang-ulang nama 

– Meperlihatkan wajah di kaca

*5. Melatih motorik kasar*

Materi:

 Berikan stimulasi agar bayi kita dapat:

– mengangkat kepalanya beberapa saat ditelungkupkan

– memutar kepala ke arah samping

– mengikuti arah benda bergerak

– Kepala dan lengan bergerak bersamaan

– Bermain dengan kakinya

– Berguling

– Menjulurkan kaki saat terlentang

– duduk dengan bantuan

– kepala tegak ketika duduk dengan bantuan

*6. Melatih motorik halus*

Materi:

Berikan stimulus agar bayi kita dapat:

– memiliki refleks mengenggam jari ketika telapak tangannya disentuh

– memainkan jari tangan dan kaki

– memasukkan jari ke dalam mulut

– Memainkan benda dengan tangan

– Meraih benda di depannya

– Fokus pada benda bergerak dan mencoba meraihnya

– memegang benda dengan kelima jari

– Mendorong benda dengan telunjuknya

– Mencari benda dengan tangannya

*7. Melatih kontrol otot mata*

Pada usia ini bayi memiliki fokus penglihatan pada satu benda. Ia memiliki perhatian terhadap gerakan. Ia sangat tertarik pada wajah. Lebih suka berinteraksi dengan orang dibanding dengan benda. Mulai dapat membedakan warna dan menunjukkan kesukan pada warna tertentu

Materi:

– Memperlihatkan gambar terutama berwarna hitam putih

– Menempatkan benda pada jarak tertentu untuk melatih fokus mata

– Menggerak-gerakan benda untuk melatih kontrol mata

– Memperkenalkan buku yang bergambar sederhana dalam ukuran yang besar dan berbahan aman untuk bayi

*8. Melatih sensitifitas terhadap bunyi*

Pada usia ini bayi sangat tertarik saat mendengar orang berbicara, mulai dapat mengenali suara orang tuanya atau pengasuh yang sering berinteraksi dengannya, dapat merespon kata-kata dan gerakan yang sering digunakan, dapat membedakan suara orang berbicara dari bunyi lainnya, menoleh pada berbagai suara musik, al-quran atau bunyi-bunyian yang teratur, senang menjatuhkan benda untuk mendengar bunyinya. 

Materi:

– Sering mengajak berbicara dan mengulang-ngulang kata untuk suatu rutinitas tertentu.

– Memperdengarkan bunyi yang mengandung repetisi, misal murottal Al Quran

– Memanggil dengan nama

– Memberikan benda yang menimbulkan bunyi

– Menempatkan berbagai bunyi agar bayi memalingkan kepala untuk mengikuti bunyi

– Menggerakan atau menjatuhkan benda agar menimbulkan bunyi

*9. Mengembangkan sensitifitas sentuhan*

Pada usia ini bayi senang meraih, mengambil, dan menggenggam benda. Meneliti benda-benda dengan cara memasukkannya ke dalam mulut.

Materi:

– Pengenalan tekstur : memberikan beragam benda yang memperkenalkan beragam teksture yang aman bagi bayi

– Menempatkan mainan yang dapat menarik perhatiannya pada jarak tertentu agar ia terlatih untuk meraih dan mengambil

*10. Melatih sensitifitas terhadap cahaya*

Materi:

– Melatih sensitifitas tehadap gelap dan terang

– Melatih kepekaan terhadap waktu siang dan malam

*11. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri*

Indikator anak sehat di usia ini dapat dilihat dari besar ukuran berat dan tinggi badan serta ukuran lingkar kepala yang sesuai dengan tingkat usia dan standar yang berlaku. 

Materi:

– Memenuhi kebutuhan asupan gizi melalui pemenuhan asi ekslusif

– Melakukan pengamatan apakah ia merespon  saat lapar seperti menangis atau mencari puting susu.

– Melakukan pengamatan apakah ia berteriak saat mendengar suara keras

Bagian 2 In Shaa Allah besok ya…

Silahkan  jika ada yg ingin disharingkan…

Mohon KOREKSI jika ada yg keliru ya ayah bunda
*Change Maker Family*

*Sahabat Orangtua Mencari Ilmu*

​*7 KIAT ORANGTUA SHALIH MENJADIKAN ANAK DISIPLIN DAN BAHAGIA*

•April 14, 2017 • Leave a Comment

*7 KIAT ORANGTUA SHALIH MENJADIKAN ANAK DISIPLIN DAN BAHAGIA*

Setiap anak lahir dengan fitrah. Tak ada satu pun anak ketika lahir, berniat menghancurkan masa depannya.

Tak ada satu pun anak ketika lahir, berniat di kepalanya: Ah, jika besar nanti, aku akan menyusahkan hidup orangtua!

Tetapi, mengapa sebagian anak berperilaku buruk?

Apakah hal-hal ini terjadi pada anak Anda?

Lelet di pagi hari, sering telat bangun dan telat sekolah.

Tidak patuh, susah diberi tahu, membantah, dan membangkang orangtua.

Kecanduan nonton TV, internet, game, atau Playstation.

Konsumtif, tukang jajan.

Suka berantem, memukul, menendang.

Susah mandi, makan, dan sikat gigi.

Selalu ingin dituruti keinginannya, cengeng, dan gampang rewel.

Lalu, apa yang Anda lakukan?

Memikul semua tanggung jawab?

Membuat dan mengambil banyak keputusan bagi anak?

Menyelesaikan semua masalah anak?

Mengendalikan semua perilaku anggota keluarga?

Ternyata, tak harus demikian. Abah Ihsan kembali hadir dalam serial “Yuk, Jadi Orangtua Shalih”. Pengalamannya bertemu dan berinteraksi selama bertahun-tahun dengan ribuan orangtua, juga dengan keempat buah hatinya, terangkum dalam buku praktis dan atraktif ini.

Dengan gayanya yang unik dan menarik melalui sejumlah SOP, Abah Ihsan memberikan tips n tricks bagi Anda menjadi orangtua shalih:

Berlaku otoritatif tanpa otoriter.

Tanpa omelan, tanpa emosi, apalagi kekerasan.

Anak-anak merasa nyaman, orangtua lebih tenang.

Sehingga, Anda dapat mengendalikan situasi, mampu mendisiplinkan, dan menerapkan 7 Tindakan Program Pendidikan Disiplin Anak (PDA).

*******

Sangat nyata dan konkret sesuai kehidupan kita.—Lulut R., Osaka, Jepang

Saya jadi tahu apa yang harus dikerjakan selain berteriak, memukul, atau membentak anak.—Zuraeda Isnaeni, Jakarta

Alhamdulillah, sudah saya terapkan dan benar BERHASIL. Saya lebih bisa lagi mengendalikan dan menguasai anak dan anak didik saya.—Risdiar, Cilegon, Banten

Bagus, ternyata penerapan disiplin tidak selalu berakhir dengan sesuatu yang menegangkan. Anak-anak merasa nyaman, orangtuanya lebih tenang.—Hizatul Tri Yanti, Tenggarong, Kalimantan Timur

*Investasi ilmu akan memudahkan Ayah & Bunda dlm PENGASUHAN !!!*

Trip to Karimun Jawa (16-20 oktober 2016)

•October 21, 2016 • Leave a Comment

Bismillah.

Setelah liburan saya dan suami ke belitung 2 tahun lalu. Pada tahun ini saya dan suami ingin mengajak anak kami Nabiilah (21 mo) untuk berpetualang bersama. Dengan berbagai pertimbangan  dan hasil googling akhirnya kami menjatuhkan pilihan untuk berlibur ke karimun jawa selama 3 hari 2 malam dengan transit di japara dan semarang karena jadwal pesawat dan kapal yang berbeda.

Dermaga Besar Karimun Jawa

Hari ke- 1

Kami berangkat dari surabaya ke semarang via garuda indonesia jam 8 pagi sampai di semarang jam 9 pagi langsung di jemput dengan travel kencana trans menuju penginapan kotabaru di kawasan pantai kartini jepara. Perjalanan dari bandara semarang ke pantai kartini skitar 3 jam. Karena hari ahad pantai kartini digunakan untuk wisata sehingga travel hanya bisa mengantar sampai parkiran saja (masuk kawasan pantai kartini biaya 7ribu/orang) dan kami harus berjalan kaki untuk sampai di penginapan. Lepas sholat dhuhur kami keluar untuk makan siang di kawasan pantai kartini naik kereta kelinci @5ribu/orang dan harga makanan rata-rata 7-8ribu/porsi. Jajanan disana juga harganya relatif murah.

Pantai Kartini Jepara

Home Stay Kota Baru

Kamar VIP Home Stay Kota Baru

~ menyenangkan di pantai kartini karena banyak jajan haha ~

Hari ke- 2

Lepas subuh kami tidak ingin melewatkan sunrise dan menghirup udara pagi di lantai atas penginapan kotabaru. Setelah itu, kami bersiap untuk menuju pelabuhan dan membeli nasi bungkus di sekitar penginapan karena sarapan tidak disediakan. Perjalanan ke pelabuhan sekitar 5 menit menggunakan taxi karena letaknya bersebelahan dengan pantai kartini (sebenarnya jika mau berjalan kaki juga bisa).

Sunrise dari lantai 3 homestay kotabaru Jepara

Setelah sampai di pelabuhan kami bertemu pihak travel ke karimun jawa yang sudah kami booking sebelumnya. Dalam pikiran saya kami bersama-sama dari jepara ke KJ ternyata pihak travel disana hanya memberikan tiket kapal saja dan di KJ nanti akan bertemu dengan tour guidenya yang menunggu di pelabuhan.

Kami menggunakan kapal express bahari dengan lama perjalanan 2 jam untuk sampai di KJ. Sesampai di KJ kami bertemu dengan tour guide kami dan di antar ke dermaga kecil. Sampai dermaga kecil kami di jemput oleh perahu dari wisma apung (hiu kencana, menjangan besar). Jaraknya tidak jauh hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai di wisma apung. Tepat adzan dzuhur kami tiba di wisma apung langsung makan siang dan sholat.

Wisma Apung

Kamar Wisma Apung B

Cukup lama kami menunggu jemputan dari tour guide untuk hopping island sekitar 2 jam. Entah kita snorkeling di pulau apa (sebenernya sih lebih banyak nyari spot foto underwater yang pas :p saya hampir kena bulu babi juga dan suami lecet-lecet kegores karang karena saya tarik-tarik mulu *maapkeun bang*) Setelah itu kami ke pulau pasir putih (tempatnya asyik buat main pasir sambil main air karena bersih banget cocok buat nabiilah). Setelah seru-seruan main saatnya kita balik.. Waktu menunjukkan jam 4 sore, saya pikir masih ada destinasi lain namun ternyata kami di antar ke penginapan untuk liat hiu (walahh.. daritadi juga udah liat kali mas zZzz..–“).

Pulau Pasir Putih

Hiu di penangkaran hiu kencana (wisma apung)

Ba’da maghrib kami di antar pak Agus dengan perahu menuju dermaga kecil untuk pergi ke alun-alun yang tidak jauh dari sana. Makan malam kami ikan bakar dan udang saus tiram karena rata-rata yang dijual memang ikan bakar, udang dan cumi-cumi. Lanjut beli oleh-oleh kaos dengan harga 100ribu/3kaos (semua penjual harganya sama kok). Setelah itu kami kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Hari ke- 3

Setelah subuh kami bersantai di depan kamar melihat laut yang tenang dan jernih dengan ikan-ikan kecil yang cantik sambil menanti sunrise dan jatah sarapan :p

Lagi-lagi kami menunggu lama untuk hopping island sekitar jam 9.30 kami baru dijemput. Pertama kami snorkeling di spot karang gosong.  Saya sih nggak turun karena keliatan dalem banget lautnya hihii..

Sekitar 30 menit disana kami lanjut perjalanan ke pulau gleyang. Disini hanya ada satu rumah dan berjualan snack serta minuman dengan fasilitas toilet di belakang rumah. Jika mau sholat kita bisa pinjam tikar untuk sholat dibalik pohon karena tidak ada tempat sholat disana. Makan siang kami juga dipulau ini dengan bakar ikan dan sambal tentunya. Hmmm sedaaapp… Hanya saja cukup lama kami di pulai ini sekitar 3 jam hiks.

Pulau Gleyang

Setelah dari sana kami snorkeling lagi di spot nemo. Tapi saya nggak ikutan snorkeling karena jauh sih dari perahu ke spot nemonya jadi cuma berenang nikmatin air laut yang tenang aja di deket perahu haha

Destinasi terakhir kami ke taman nasional menanti sunset dan kembali ke penginapan untuk packing karena besok sudah pulang. Dan makan malam kami bungkus dari taman nasional jadi tidak perlu keluar lagi ke alun-alun hehe..

Sunset di Taman Nasional Karimun Jawa

Hari ke- 4

Seperti kemarin ba’da subuh kami sudah keluar kamar untuk menantikan sunrise dan setelahnya baru bersiap untuk pulang.

Kami tiba di pelabuhan jam 10 pagi dan kapal berangkat jam 10.30 WIB. Perjalanan memakan waktu 2 jam untuk sampai di jepara.

Kapal Express Bahari

Tiba di jepara kami makan siang dulu di pelabuhan sambil menunggu jemputan travel yang kami pesan jam 2 siang. Namun saat kami baru saja memesan makanan tiba-tiba pihak travel menelpon bahwa ia sudah sampai diparkiran padahal masih jam 1 siang dan kami pun minta waktu untuk melanjutkan makan siang kami sebentar karena sudah terlanjur pesan.

Baiklah, setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan menuju semarang selama 3 jam untuk sampai di hotel puri garden yang letaknya tidak jauh dari bandara.

Kamar Eksekutif Hotel Puri Garden

Kami tiba di hotel sekitar jam 5 sore dan ba’da isya kami keluar jalan-jalan sambil mencari makan malam di paragon mall. Kami mencoba mengunjungi food courtnya dengan sistem deposit. Jadi sebelum kita masuk harus deposit uang dulu kemudian kita mendapat kartu untuk memesan makanan dan setelah selesai baru kembali ke kasir untuk meminta sisa deposit kita dan mengembalikan kartunya. Tak terasa mall sudah hampir tutup dan kami memutuskan untuk pulang dengan taxi. Tak jauh dari mall kami melewati bangunan lawang sewu yang cukup terkenal itu.

Hari ke-5

Pagi-pagi kami telepon lunpia mataram yang terkenal halal untuk delivery ke hotel. Sambil menunggu kami bersiap untuk sarapan sekaligus membawa barang-barang kami dan menunggu di lobi hotel.

Kami berangkat ke bandara dengan taxi. Sebenarnya ada fasilitas antar jemput bandara dari hotel hanya saja baru bisa jam 9. Sedangkan pesawat kami jam 9.30 wib.

Sampai di Bandara, setelah boarding kami menunggu di lounge garuda sambil menikmati jajanan pasar yang mungil-mungil. Ada jamu juga tapi masih hangat dan tidak disediakan es batu jadi saya urungkan niat untuk mencicipinya dan memilih jus apel sajah 😀

Okee sudah ada panggilan dan kami segera menyelesaikan makan kami.

Oteweee…

Setengah jam kemudian…

Kami tiba di juanda dan melanjutkan perjalanan kami ke rumah dengan taxi.

Ahhhh alhamdulillah sampai rumah.. Istirahat bentar dan buka koper.. Hwaaaahh cucian!!!

Baiklah waktunya kembali ke realita 😀

*catatan :

1. Jika memilih tour travel karimun jawa pilih yang terpercaya dan tanya sejelas mungkin itinerary, fasilitas, dll. 

2. Jika menggunakan travel dari bandara semarang ke jepara atau sebaliknya pastikan travel yang menjemput ada bagasi mobil belakang jika anda membawa banyak barang. Tarif travel 45ribu + cas ke bandara 20rb jadi total 65ribu/orang.

3. Harga Penginapan Home Stay kota baru kamar vip kamar mandi dalam 325ribu/malam kapasitas 3 orang (sarapan tidak disediakan, alternatif bisa cari makan disekitar penginapan, kalo saya beli di sebelah hotel samudra)

4. Makanan di kawasan pantai kartini harganya sekitar 7-8ribu/porsi.

5. Menuju ke pelabuhan bisa ditempuh dengan jalan kaki atau kalo bawa barang banyak bisa naik taxi (telepon taxi bisa minta ke penginapannya. Tarifnya minimal 25ribu. 

6. Retribusi saat masuk ke pelabuhan jepara (karcis masuk pelabuhan untuk kendaraan Rp1.500, karcis masuk untuk perorangan Rp500, karcis retribusi Rp2.000, tiket masuk karimun jawa Rp5.000)

7. Tiket kapal Express bahari Rp150.000, infant Rp20.000

8. Bawa uang cash yang cukup selama di Karimun Jawa karena hanya ada bank BRI saja, dan terkadang ATM pun kosong jika banyak pengunjung.

9. Listrik di sana sudah 24 jam menyala setelah lebaran kemarin sedangkan di wisma apung listrik menyala jam 5sore-jam 5pagi saja.

10. Saat menginap di wisma apung sedang proses pembangunan cafe. 

Sekiaan pengalaman saya dan keluarga selama liburan di karimun jawa. Semoga bermanfaat…