Tips Menyimpan Bumbu Dapur

Tips Menyimpan Bumbu Dapur

Penyebab kerusakan bahan makanan bisa bermacam-macam: karena mikroba, kapang, jamur, bahan kimia, dan suhu penyimpanan yang tidak tepat. Selain itu, karena tiap bahan makanan memiliki karakteristik yang berbeda. Ini turut memengaruhi cara penyimpanannya agar kualitasnya tetap terjaga. Ada yang harus disimpan dalam suhu rendah, misalnya di dalam freezer (-10° C) atau di kulkas (± 4° C). Ada pula yang justru awet bila berada di ruangan yang sejuk (15°- 20° C) atau suhu ruang (25°-28° C). Agar tak lagi salah simpan, kenali cara simpan bahan makanan berikut ini.

:: Bawang-bawangan

Keluarga bawang (bawang bombay, bawang putih, dan bawang merah), bisa disimpan di dalam kulkas. Masing-masing bawang mempunyai umur simpan yang berbeda. Bawang bombay dan bawang merah bisa bertahan selama 6-7 bulan, sedangkan bawang putih hanya 2 minggu. Bila ingin bawang putih lebih awet, cukup simpan di dalam suhu ruang dan bisa bertahan hingga 1 bulan. Bila bawang sudah diiris, rendam di dalam air, simpan dalam wadah tertutup, masukkan ke dalam freezer. Cara ini menjaga bawang tetap lembap, namun tidak busuk.

:: Bumbu bubuk

Bumbu bubuk (merica, kayu manis, pala, dan lainnya) mengandung air yang sangat rendah dan mudah menyerap uap air di udara, sehingga mudah menggumpal. Untuk menjaganya, simpan di dalam wadah kedap udara, tertutup, dan kering. Kelemahan bumbu bubuk adalah mudah kehilangan cita rasa dan aromatik yang khas. Karena itu, segera tutup kemasan setelah digunakan. Menyimpan bumbu bubuk di dalam suhu ruang bisa menjaga kualitasnya selama 6-12 bulan. Bila punya persediaan banyak, sebaiknya simpan di dalam freezer, karena bumbu bisa awet hingga 2 tahun.

:: Bumbu dapur segar

Jenisnya antara lain daun salam, daun jeruk, lengkuas, jahe, dan serai. Sebelum disimpan, cuci hingga bersih, lalu bungkus rapat dengan kemasan berpori, seperti kertas atau kardus, agar bumbu masih bisa ‘bernapas’. Pisahkan tiap bumbu. Sebab, umur simpannya berbeda (antara bumbu daun dan bumbu akar rimpang), serta memiliki aroma kuat. Simpan di dalam kulkas. Jangan menyimpan di dalam freezer. Kondisi bumbu yang kering menandakan kualitasnya sudah menurun sehingga cita rasanya berkurang saat digunakan.

:: Buah

Tidak semua buah dapat disimpan di dalam kulkas. Buah yang disimpan di dalam suhu yang salah dapat menyebabkan kerusakan, chilling injury (kerusakan karena pendinginan), mengalami pencokelatan, dan warna menjadi pudar. Buah yang cocok disimpan di dalam kulkas yaitu jenis buah berkadar air tinggi, seperti apel, pir, mangga, semangka, melon, dan jeruk. Untuk menjaga dari kelayuan pada bagian permukaannya, kemas buah di dalam wadah tertutup sebelum disimpan. Sedangkan buah yang bisa disimpan di suhu ruang antara lain pisang, avokad, dan salak. Jangan menyimpan buah di dalam freezer, sebab suhu yang terlalu rendah akan menurunkan kualitas dan cita rasanya.

:: Mentega atau keju

Bila mentega dan keju sudah pernah digunakan, bungkus dalam wadah tertutup rapat, kering, dan kedap cahaya. Menyimpan di dalam kulkas dapat mempertahankan kualitasnya 3-6 minggu. Sebaiknya jangan gunakan produk bila telah ditumbuhi jamur dan tekstur menjadi lebih lembek. Produk yang bisa disimpan di dalam freezer antara lain cheddar cheese dan swiss cheese. Umur simpannya mencapai 6 bulan.

:: Makanan kaleng

Makanan kaleng bisa disimpan di suhu ruang bila belum pernah digunakan. Biasanya, produk yang dikemas dalam plastik mempunyai umur simpan 6-12 bulan, sedangkan yang dikemas dalam kaleng bisa mencapai 12-24 bulan. Bila produk sudah pernah digunakan, pindahkan sisanya ke dalam wadah yang tertutup rapat, simpan di dalam kulkas. Produk masih bisa dikonsumsi dalam waktu 3-7 hari. Bila produk mengalami perubahan warna (menjadi gelap), bau dan rasa (asam), serta timbul bercak jamur, menandakan produk sudah rusak dan tak layak dimakan.

:: Frozen food

Frozen food sangat mudah rusak karena biasanya menggunakan bahan makanan berprotein tinggi yang digemari bakteri untuk tumbuh. Frozen food mempunyai umur simpan yang berkurang pada saat proses pembelian, karena mengalami kenaikan suhu saat dibawa pulang. Maka, agar kualitas produk tetap terjaga, lekas simpan di dalam freezer setibanya di rumah atau segera dimasak. Bila suhu freezer bisa lebih rendah, maka umur simpannya bisa lebih panjang. Cara ini bisa menjaga produk tetap baik selama 2-12 bulan. Jangan konsumsi bila permukaannya mengering, warna berubah, dan rasa menjadi asam. Sebab, ada kemungkinan produk telah rusak.

:: Cabai

Bungkus cabai dengan kertas agar masih bisa ‘bernapas’ saat disimpan. Hindari kemasan plastik, karena akan membuat cabai lekas busuk. Cabai dapat bertahan hingga 1 minggu bila disimpan di dalam kulkas. Bila ingin menyimpan dalam jumlah banyak, rebus cabai hingga matang. Taruh di dalam wadah kedap udara, simpan di dalam freezer. Cara ini memperpanjang umur cabai hingga 1 bulan. Cara lain adalah dengan mengeringkannya di bawah sinar matahari atau oven, lalu dibungkus dengan kertas dan simpan di dalam suhu ruang.

sumber : Femina

Advertisements

~ by Ummu Nabiilah on January 28, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: