​Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini *bagian 5*

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini

Disusun oleh Kiki Barkiah

Bagian 5

Hal yang penting dipelajari di usia 3-4

*1. Memberikan pendidikan agama dan moral*

Pada usia ini anak mengetahui perilaku yang berlawanan seperti pemahaman perilaku baik-buruk, benar-salah, sopan-tidak sopan meskipun belum dapat konsisten melakukan kebaikan. Anak mengetahui arti kasih dan sayang kepada ciptaan Tuhan. Anak dapat meniru kegiatan beribadah dengan lebih baik lagi.

Materi:

– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah

– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah

– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah

– Mengajarkan tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta) yaitu dengan sering menyebutkan asma Allah saat memperkenalkan ciptaan Allah

– Memperkenalkan berbagai kebaikan, perilaku baik dan kebiasaan baik secara langsung dalam kehidupan sehari-hari

– Memperkenalkan berbagai kebaikan, perilaku baik dan kebiasaan baik  melalui buku, permainan pura-pura atau cerita

– Memberikan pengertian tentang perilaku buruk, salah, atau tidak sopan saat mengalami peristiwa yang berkaitan dengan hal tersebut

– Memcontohkan doa-doa singkat, biasanya anak akan mengikuti akhiran kemudian semakin lama semakin hafal

– Memberikan keteladanan dalam bersikap

– Memperdengarkan surat pendek secara berulang

– Mengajak anak terlibat dalam kegiatan beribadah tanpa paksaan

– Mengajarkan sikap kasih sayang terhadap makhluk Allah (hewan, tumbuhan manusia)

– Memperkenalkan kisah nabi melalui buku cerita singkat atau menceritakan kembali dengan bahasa sederhana dengan bantuan ilustrasi buku

– Memperkenalkan kisah nabi melalui film kartun

– Memperkenalkan cuplikan kisah keteladanan dari sirah Rasulullah SAW dan sahabat melalui buku cerita singkat atau menceritakan kembali dengan bahasa sederhana dengan bantuan ilustrasi buku

*2. Melatih perkembangan sosial dan emosi*

Pada usia ini rasa empati yang mulai tumbuh memungkinkan mereka terlibat dalam permainan bersama secara terbatas. Pada usia ini anak mulai menunjukkan ekspresi menyesal ketika melakukan kesalahan. Anak dapat menyatakan perasaan secara verbal. Anak juga dapat bereaksi terhadap hal-hal yang tidak benar seperti menunjukkan perasaan marah saat diganggu.

Materi:

– Bermain permainan individu sederhana diantara teman lain 

– Melatih anak bersabar menunggu giliran. 

– Menumbuhkan sikap tolerasi anak dalam kegiatan berkelompok

– Menumbuhkan sikap menghargai orang lain dalam melakukan kegiatan berkelompok

– Membangun sikap kerjasama melalui kegiatan berkelompok 

– Melatih anak meminta ijin saat meminjam barang

– Mendorong anak agar bersedia meminjamkan mainan 

– Melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan besar seperti piknik

– Mengakui perasaannya saat ia dapat mengungkapkan perasaan secara verbal

*3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi* 

Pada usia ini anak sudah dapat berbicara kalimat pendek dan sederhana sehingga dapat menyatakan keinginan dengan kalimat sederhana. Anak mulai dapat mengerti aturan permainan. Anak dapat mengucapkan hampir semua suara dengan benar dan dapat dimengerti oleh orang diluar keluarga dekat. Anak memiliki imaginasi yang jelas dan dapat menghasilkan permainan fantasi yang kaya.

Materi:

– Mengajak anak menceritakan kembali atau mengingat cerita sederhana atau pengalaman

– Meningkatkan kemampuan bahasa melalui kegiatan membacakan cerita sederhana

– Meminta anak menceritakan isi buku dengan kata-kata sendiri 

– Melatih perkembangan bahasa dan pemecahan masalah dengan memberikan dua perintah yang diberikan bersamaan contoh: ambil mainan di atas meja lalu berikan kepada adik

– Meminta anak menceritakan imajinasi miliknya

– Melibatkan diri dalam fantasi yang diungkapkan anak kepada kita

*4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah*

Pada usia ini anak belum memiliki pemahaman menyeluruh terhadap konsekuensi sebuah peraturan sehingga masih butuh berbagai pembiasaan untuk mengikuti aturan.  Anak mulai dapat berpisah dari orang tua dengan mudah. Pada usia ini anak telah menguasai toilet training meski terkadang mengalami “kecelakaan” dan mengompol di tempat tidur.

Materi:

– Melatih anak untuk dapat memasang dan mencopot sepatu sendiri

– Melatih anak untuk dapat  mencopot kancing baju sendiri

– Memberikan berbagai permainan problem solving sederhana seperti puzzle

– Hanya memberi sedikit bantuan dalam urusan berpakaian

– Melibatkan anak dalam membersihkan badannya saat mandi

– Memberikan perintah sederhana dengan melibatkan anak memenuhi keperluannya sendiri

– Meminta anak membereskan kembali mainannya

– Meminta anak terlibat menjaga kebersihan lingkungan

*5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif*

Materi: 

– Mengajak anak menghitung 1 sampai 4 benda yang sama

– Meminta anak mengulang sedikitnya 3 benda terakhir yang berurutan disebutkan

– Mengajak anak menyebutkan bilangan angka 1-10 

– Memperkenalkan 8 warna dasar

– Meminta anak mengidentifikasi bentuk – lingkaran, kotak, segitiga, segiempat dan oval 

– Megenalkan konsep waktu kemarin dan besok

– Mengenalkan beberapa huruf alphabet

– Meminta anak menyebutkan bagian yang hilang dari suatu pola gambar2. Menyebutkan berbagai nama makanan dan rasanya (garam, gula atau cabai) 

– Meminta anak menyebutkan berbagai macam kegunaan dari benda 

– Meminta anak menyebutkan persamaan antara dua benda 

– Meminta anak menyebutkan perbedaan antara dua benda

– Memfasilitasi anak untuk bereksperimen dengan bahan yang disediakan

– Mendorong anak untuk mengerjakan tugas sampai selesai 

– Bertanya kepada anak tentang kemungkinan kejadian yang akan terjadi selanjutnya

– Meminta anak menempatkan benda dalam urutan ukuran (paling kecil-paling besar) 

– Mengenalkan konsep banyak dan sedikit

 – Meminta anak menyebutkan alasan mengapa ada sesuatu yang tidak masuk dalam kelompok tertentu

– Meminta anak menjelaskan model/karya yang dibuatnya 

– Meminta anak menyebutkan peran dan tugas dari berbagai pekerjaan 

– Mendorong anak untuk membuat gambar atau kontruksi dengan lebih rinci

– Melibatkan anak dalam aktivitas bersama teman dengan terencana (bermain berkelompok dengan memainkan peran tertentu seperti yang telah direncanakan)  

*6. Melatih motorik kasar*

Memberikan stimulasi sehingga anak dapat:
 – Naik turun tangga dengan kaki kiri dan kanan bergantian

– Mengendarai sepeda roda tiga

– Melompat satu kaki dengan teknik yang lebih sempurna

– Bermain lompat kaki

– Berlari sambil membawa sesuatu yang ringan (bola)

– Berjalan meniti di atas papan yang cukup lebar 

– Melompat turun dari ketinggian kurang lebih 20 cm  

– Meniru gerakan senam sederhana

– Berdiri dengan satu kaki 

– Menangkap bola dengan mengulurkan lengan dan melempar tanpa kehilangan keseimbangan

– Berjingkrak pada satu kaki

*7. Melatih motorik halus*

Memberikan stimulus pada anak agar dapat:

– Memotong menggunakan gunting mengikuti pola garis lurus

– Menuang air, pasir, atau biji-bijian ke dalam wadah

– Memasukkan benda kecil ke dalam botol seperti biji-bijian, manik-manik atau kerikil

– Meronce benda yang cukup besar

– Mengerjakan art and craft sederhana seperti menempel bahan dan membuat hiasan

*8. Melatih kontrol diri*

Pada usia ini anak masih perlu banyak latihan untuk bersikap lebih tepat karena masih sering menghadapi permasalahan dari satu sudut pandang. Anak juga dapat menunjukan pengidolaan terhadap kakak dan persaingan terhadap adik sehingga biasanya muncul masalah persaingan antar saudara dan perkelahian seperti disebabkan karena berebut mainan atau perhatian. Anak sangat mungkin berbohong karena fantasi mereka juga mudah ketakutan akan sesuatu karena fantasi yang dimunculkannya. Anak masih perlu pembiasaan mengikuti aturan. Anak masih perlu banyak latihan untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik. Anak dapat sangat tertarik dengan multimedia tetapi belum mampu mencerna aturan.

Materi:

– Terus istiqomah mengajarkan anak bersikap lebih bijak dan melatih mereka untuk melihat permasalahan dari sudut pandang lain yang lebih baik. Jangan  berputus asa saat anak-anak masih cenderung mengulangi kesahannya. Insya Allah dengan teladan yang baik, kasih sayang dan perhatian yang cukup serta nasihat yang disampaikan dengan cara yang baik dan disampaikan di waktu yang tepat, suatu saat akan membuahkan hasil

– Hargai imaginasi anak. Jika ternyata imaginasi anak mengandung kebohongan yang merugikan pihak lain, berikan ia pengertian untuk hanya bercerita yang sesuai dengan kejadian sesungguhnya agar orang lain tidak bingung dan tidak salah bertindak. Jangan panik saat anak berbohong apalagi langsung memarahi . Ajak anak diskusi di waktu yang tenang dan rileks dengan bertanya tentang kejadian yang sebenarnya, ajak ia memilah mana yang merupakan imajinasi dan mana yang kenyataan. Biasanya anak di usia ini tidak memiliki maksud untuk berbohong dengan tujuan merugikan orang lain. 

– Ingatkan anak tentang aturan dan tegakkan dengan konsisten, jangan bosan, jangan juga terlalu menyalahkan mereka saat mereka belum mandiri melaksanakan aturan atau masih harus terus sering diingatkan. Anak anak di usia ini masih terus berlatih untuk memahami, mengingat dan melaksanakan aturan. yang perlu dilakukan adalah mengingatkan dan memotivasi agar ia terus terlatih agar terbiasa melaksanakan aturan. Jangan berputus asa dan melabeli mereka dengan label negatif, karena berkomitmen terhadap aturan adalah sebuah proses. 

– Perbanyak motivasi dengan pemberian reward jika aturan dilaksanakan dibanding dengan pemberian hukuman jika aturan tidak dilaksanakan

– Akui perasaan takut mereka terlebih dahulu kemudian beri pengertian dari sudut pandang yang benar. Ajak anak untuk senantiasa meminta perlindungan kepada Allah. jangan menakuti anak, jangan terlalu mengiyakan perasaan takutnya tetapi jangan juga terlalu menyepelekan.

*9. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri*

Materi:

– Melatih anak agar dapat mebersihkan kotoran hidung dan lendir 

– Melatih anak menggosok gigi sendiri

– Memberi pemahaman arti warna lampu lalu lintas 

– Melatih anak mengelap tangan dan muka sendiri 

– Memberi pemahaman kepada anak untuk selalu berjalan di sebelah kiri jalan

– Memberi pemahaman kepada anak untuk tidak menyebrangi jalan sendirian

*10. Melatih kemampuan seni*

Pada usia ini kapasitas untuk mengamati detail menguat sehingga anak memiliki kemampuan untuk membuat karya seni yang lebih detail dari usia sebelumnya

Materi:

– Mendorong anak untuk mencontoh beragam bentuk yang tergambar: lingkaran, kotak, segitiga, segiempat dan oval 

– Membuat karya seni lukis dengan menggunakan beragam media.

– Membuat karya sederhana dengan play dough

– Mengajak anak mengamati dan membedakan benda di sekitarnya

– Mengajarkan kebaikan dan kebiasaan baik melalui lagu

– Menggerakkan tubuh sesuai irama 

– Bertepuk tangan dengan pola yang berirama 

– Membuat art and craft sederhana seperti menempel bahan dan membuat hiasan

– Menirukan huruf alfabet dengan jari di atas pasir
Bagian 6 In Shaa Allah besok ya…

Silahkan  jika ada yg ingin disharingkan…
Mohon KOREKSI jika ada yg keliru ya ayah bunda

Note : Referensi/Sumber Kurikulum di bag 6
*Change Maker Family*

*Sahabat Orangtua Mencari Ilmu*

Advertisements

~ by Ummu Nabiilah on April 14, 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: